Berbagai Macam Teknik Menanam Hidroponik

Berbagai Macam Teknik Menanam HidroponikBerbagai Macam Teknik Menanam Hidroponik | Kata Hidroponik berasal dari Kata Hydro yang berarti Air dan Ponous yang berarti Bekerja, berasal dari bahasa Yunani yang artinya bercocok tanam dengan cara memanfaatkan sirkulasi kerja air dan udara, karena pada dasarnya tanaman tumbuh di tanah hanya menyerap air dan nutrisi dari dalam tanah sehingga bisa digantikan oleh air yang mengandung nutrisi dan udara yang direkayasa agar mampu masuk ke dalam akar tumbuhan tanpa perlu media tanah.

Teknik bercocok tanam secara hidroponik sudah berkembang pesat di negara-negara maju yang lahannya sempit dan terbatas seperti Jepang dan Eropa. Saat ini di perkotaan di Indonesia juga sudah semakin populer untuk bercocok tanam sayur secara hidroponik karena tidak membutuhkan tempat yang luas, tidak membutuhkan media tanah, bersih, efektif dan mampu disusun bertingkat ke atas. Berikut ini dibahas beberapa teknik hidroponik yang populer dan biasa dipakai oleh pekebun hidroponik di seluruh dunia.

NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem NFT atau Nutrient Film Technique adalah sistem yang paling sering diterapkan dan seakan-akan menjadi sistem baku Hidroponik di Indonesia. Hal ini karena sistem ini secara pengontrolan standar nutrisi tanaman, PH (Keasaman Air) dan sirkulasi serta ketersediaan nutrisi untuk tanaman paling mudah dilakukan. Sistem ini juga paling kelihatan keren, tanaman bisa disusun seperti rak-rak, alat-alatnya mudah didapatkan dan bersih, mudah perawatannya.

Berbagai Macam Teknik Menanam Hidroponik NFT Nutrient Film Technique

Cara kerja dari sistem ini cukup simpel, yaitu tanaman ditempatkan di dalam wadahnya diletakkan diatas tabung pipa dan bagian bawahnya berlubang memungkinkan akar menembus bagian bawah wadah ke dalam tabung pipa dan akarnya menggantung di dalam tabung dan masuk ke dalam aliran cairan air nutrisi. Sistem ini menggunakan pompa yang membuat air yang berisi nutrisi mengalir terus menerus dari penampungan melewati tabung pipa hingga kembali ke penampungan lagi sehingga akar terus mendapat nutrisi, tidak dibutuhkan timer pada teknik ini. Pada pipa selokan yang dialiri air nutrisi tersebut, di sekitar akar tanaman akan timbul lapisan film tipis yang merupakan kumpulan nutrisi makanan tumbuhan. Jenis tanaman yang cocok dengan Nutrient Film Technique adalah jenis tanaman sayur daun seperti selada, sawi dan sebagainya. Setelah  itu dialiri oleh air yang penuh nutrisi hara, sehingga disekitar akar tanaman muncul lapisan tipis (film) yang merupakan makanan tanaman itu.

Teknik ini paling banyak kelebihan dibandingkan teknik hidroponik yang lain karena tempat yang dibutuhkan relatif kecil, mudah diimplementasikan, bersih, tidak mengganggu udara sehingga bisa diaplikasikan di halaman rumah yang sempit.

Aeroponic System

Arti kata Aeroponic berasal dari kata Aero yang berarti udara dan Ponous yang berarti kerja. Karena itu Aeroponic berarti teknik bercocok tanam hidroponik yang memanfaatkan kabut udara yang mengandung air bernutrisi yang disemprotkan langsung ke akar tanaman. Teknik ini sangat canggih dan memungkinkan tanaman yang dibudidayakan menyerap nutrisi dengan sangat efektif dan efisien, karena memang yang dibutuhkan akar adalah udara oksigen bercampur air yang bernutrisi, sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan paling cepat dibandingkan teknik hidroponik yang lain.

Berbagai Macam Teknik Menanam Hidroponik Aeroponic System

Kekurangan teknik ini tentu saja hanya pada biaya yang dikeluarkan relatif besar untuk bisa menyediakan pompa dan sprayer bertekanan tinggi serta perawatan sprayer tersebut agar dapat selalu berfungsi dengan baik. Kabut uap air yang ditimbulkan oleh teknik ini juga menyebabkan jenis hidroponik ini tidak bisa diaplikasikan di dekat tempat tinggal atau di halaman rumah karena akan mengganggu sirkulasi udara di dalam tempat tinggal.

Wick System (Sistem Sumbu)

Wick system adalah sistem hidroponik memakai sumbu, mirip dengan cara kerja sumbu kompor minyak yaitu air berisi nutrisi diletakkan di bak penampungan di bagian bawah kemudian akan terserap menuju ke akar tanaman menggunakan semacam sumbu yang memanfaatkan prinsip kapilaritas yang memungkinkan air naik secara perlahan ke akar tanaman. Sistem ini disebut sistem yang paling sederhana dan kurang populer karena tidak ada cairan nutrisi atau udara yang bergerak secara dinamis dan cepat seperti teknik lain. Sistem sumbu ini disebut sistem yang pasif dan digunakan oleh para pemula dengan biaya yang relatif murah, tidak ada bagian part yang bergerak seperti pompa air. ini salah satu system hidroponik yang paling sederhana sekali dan biasanya dipakai oleh kalangan pemula. Sistem hidroponik dengan sumbu ini tidak bisa digunakan untuk tanaman dengan kebutuhan air yang banyak, misalnya kangkung.

Berbagai Macam Teknik Menanam Hidroponik Wick System Sumbu

Drip System (Irigasi Tetes)

Sistem Irigasi Tetes atau Drip System adalah teknik hidroponik yang cara kerjanya menggunakan pompa air yang dikontrol oleh timer, dalam waktu berkala akan meneteskan aor berisi nutrisi ke setiap akar tanaman. Agar tanaman dapat berdiri dan tumbuh dengan tegak maka dibutuhkan media tanam semacam sekam bakar, cocopeat, pasir, ziolit dan lagi sebagainya. Sistem ini kurang populer karena masih membutuhkan media keras semacam tanah yang tentu saja menghabiskan tempat dan bobotnya relatif berat sehingga tidak bisa terlalu efektif atau terlalu unggul jika dibandingkan dengan cara tanam konvensional biasa dengan media tanam tanah.

Berbagai Macam Teknik Menanam Hidroponik Drip Irrigation System

Water Culture System

Pada teknik Water Culture System ini akar tanaman langsung dicelupkan ke dalam tandon penampungan air berisi nutrisi, supaya air bernutrisi dapat masuk ke dalam akar maka diberikan gelembung udara dari dalam penampungan air ke akar tanaman menggunakan pompa udara semacam pompa udara akuarium dan difusser udara. Apabila gelembung udara yang diberikan semakin banyak, maka penyerapan nutrisi dan oksigen oleh akar akan semakin efektif dan tumbuhan akan tumbuh semakin pesat.

Berbagai Macam Teknik Menanam Hidroponik Water Culture System

Pada teknik ini supaya tanaman dapat mengapung maka ditempatkan pada tutup tandon atau rakit atau styrofoam yang dapat menyangga tanaman sehingga tetap mengapung. Kelemahan teknik ini adalah dibutuhkan tandon air yang berukuran sangat lebar seluas jumlah tanaman yang akan dibudidayakan, disamping itu tandon tanaman juga harus selalu dijaga agar tetap bersih, ph sesuai dan tidak terdapat jentik-jentik nyamuk atau binatang lain.

Ebb & Flow System

Teknik Hidroponik Ebb dan Flow System dijalankan dengan cara menempatkan tanaman ke dalam sebuah media tumbuh dalam suatu wadah dengan jarak antar tanaman yang diatur sehingga tidak saling mengganggu, kemudian air bernutrisi dipompa secara berkala dari penampungan air ke wadah media tumbuh, setelah mencapai batas tertentu maka saluran akan dibuka untuk mengembalikan air ke dalam bak penampungan lagi. Proses ini dilakukan secara berkala dan berulang-ulang menggunakan timer dengan maksud media tumbuh akan mendapatkan air yang bernutrisi cukup serta mendapatkan juga udara oksigen selama jeda antar pengairan.

Berbagai Macam Teknik Menanam Hidroponik Ebb And Flow System

Kelebihan teknik ini adalah tanaman mendapatkan cukup air, nutrisi dan udara secara berimbang. Sedangkan kekurangannya adalah teknik ini cukup rumit membutuhkan timer, pompa, deteksi ketinggian air, media tumbuh yang cukup luas dan penampungan air yang cukup banyak sebanyak tanaman yang akan ditanam. Tentu saja efektifitas biaya dan tempat kurang unggul jika dibandingkan dengan teknik atau cara menanam tradisional, walaupun dari segi kecocokan dan keunggulan hasil untuk suatu jenis tanaman yang cocok mungkin akan lebih baik dari teknik lain.

Kesimpulan

Berbagai teknik hidroponik yang dibahas diatas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan serta tingkat kerumitan yang berbeda-beda. Teknik-teknik hidroponik tersebut dapat dikombinasikan dan dimodifikasi sesuai kondisi dan karakter tanaman yang dibudidayakan serta nilai ekonomis dan dana yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>