Kutu Kebul, Hama Penyakit Tanaman Hias

Kutu Kebul, Hama Penyakit Tanaman HiasKutu Kebul, Hama Penyakit Tanaman Hias – Kutu Kebul atau Kutu Putih adalah hama tanaman yang menyerang hampir seluruh tanaman, tidak hanya tanaman hias atau tanaman buah. Selain merusak tanaman, kutu kebul juga mampu menularkan berbagai penyakit dan virus seperti Cowpea Mild Mottle Virus (CPMMV), Geminivirus, Closterovirus, Nepovirus, Carlavirus, Potyvirus, dan Rod-shape virus. Kutu kebul termasuk  dalam  ordo: Homoptera, Famili : Aleyrodidae, Genus: Bemisia dan spesies: Tabaci. Hama ini bersifat polifag yaitu mampu menyerang berbagai jenis tanaman sehingga sulit dikendalikan.

Tanaman Yang Diserang

Hama kutu kebul dapat menyerang hampir semua jenis tanaman hias seperti Aglaonema, Anthurium, Adenium, Philodendron dan sebagainya. Sedangkan untuk tanaman pangan, hama ini dapat menyerang tanaman dari famili Compositae yaitu letus dan krisan, famili Cucurbitaceae yaitu mentimun, labu, labu air, pare, semangka dan zuchini, famili Cruciferae yaitu brokoli, kembang kol, kubis, dan lobak, famili Solanaceae yaitu tembakau, terong, kentang, tomat, dan cabai serta familk Leguminoceae yaitu kedelai, kacang hijau, kacang tanah, buncis, dan kapri. Selain itu Bamisia Tabaci juga mempunyai inang selain tanaman pangan yaitu pada tanaman gulma babadotan (Ageratum Conyzoides).

Kutu Kebul, Hama Penyakit Tanaman Hias Gejala Tanaman Yang Diserang

Penyebab

Serangan hama kutu kebul dan perkembangan populasi hama ini disebabkan antara lain oleh perubahan suhu udara (semakin kering udara, semakin meningkat populasi hama kutu kebul), waktu tanam yang saling tumpang tindih dalam suatu areal antara satu tanaman dengan tanaman yang lain, serta kelembaban udara dan tanah. Biasanya ledakan populasi kutu kebul terjadi pada areal yang mempunyai teduh, tanah yang lembab tetapi tidak basah dan tidak banyak angin. Tanaman hias sangat rentan terhadap hama ini karena sifat penanaman tanaman hias yang tidak seragam dan tidak musiman seperti tanaman pangan.

Kutu Kebul, Hama Penyakit Tanaman Hias Penyebab

Gejala dan Daur Hidup

Hama kutu kebul memiliki telur bentuk lonjong agak lengkung seperti pisang, warna kuning terang, berukuran panjang antara 0,2 – 0,3 mm, biasanya diletakkan dipermukaan bawah daun dan pada daun teratas (pucuk). Serangga betina lebih menyukai daun yang sudah terinfeksi virus mozaik kuning untuk meletakkan telurnya daripada daun sehat. Rata-rata telur yang diletakkan pada daun yang terserang virus adalah sebanyak 77 butir, sedangkan pada daun sehat hanya 14 butir. Spesies betina mampu menghasilkan telur sekitar 160 butir kemudian akan menetas antara 5 – 9 hari tergantung inang spesies, temperatur serta kelembaban udara. Nimfa terdiri atas tiga instar. Instar pertama berbentuk bulat telur dan pipih, berwarna kuning kehijauan, dan bertungkai yang berfungsi untuk merangkak. Nimfa instar kedua dan ketiga tidak bertungkai, dan selama masa pertumbuhannya hanya melekat pada daun. Lama stadium nimfa rata – rata 9,2 hari. Imago tubuhnya berukuran kecil sekitar 1 – 1,5 mm, berwarna putih, dan sayapnya jernih ditutupi lapisan lilin yang bertepung . Serangga dewasa biasanya berkelompok pada bagian permukaan daun, dan bila tanaman tersentuh biasanya akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih. Lama siklus hidup (telur – nimfa – imago) kutu kebul pada tanaman sehat rata – rata 24,7 hari, sedangkan pada tanaman terinfeksi virus mosaik kuning hanya 21,7 hari.

Kutu Kebul, Hama Penyakit Tanaman Hias Daur Hidup

Kerusakan langsung pada tanaman disebabkan oleh imago dan nimfa yang menghisap cairan daun, berupa gejala becak nekrotik pada daun akibat rusaknya sel-sel dan jaringan daun. Eksresi kutu kebul menghasilkan madu yang merupakan media yang baik untuk tempat tumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan proses fotosintesa tidak berlangsung normal.Selain kerusakan langsung oleh isapan imago dan nimfa, kutu kebul sangat berbahaya karena dapat bertindak sebagai vektor virus.

Penanggulangan

Banyak insektisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan Bemisia Tabaci seperti acetamiprid, buprofezin dan diafenthiuron, carbosulfan. Pestisida yang telah diizinkan oleh Departemen Pertanian antara lain : yang berbahan aktif seperti diafentiuron, tiametoksam serta  buprofesin, imidaklorpid, asefat dan amitraz . Pemakaian insektisida harus hati-hati dan dengan dosis yang tepay, karena jika tidak tepat maka akan menimbulkan resistensi hama ini, artinya kutu kebul akan kebal terhadap insektisida tersebut.
Pada tanaman hias yang berjumlah tidak terlalu banyak, bisa menggunakan teknik manual yaitu dengan kain atau tissue yang dicelupkan pada air deterjen, kemudian disapukan pada permukaan daun yang terkena kutu putih atau kutu kebul ini. Tentu saja cara ini hanya efektif untuk jumlah tanaman yang relatif sedikit.

Kutu Kebul, Hama Penyakit Tanaman Hias Obat Penanggulangan

Pencegahan

Untuk mencegah serangan Kutu Kebul dapat dilakukan pencegahan-pencegahan berikut ini :
– Perbaikan pola irigas, penyiraman dan pembersihan rumput serta gulma.
– Perbaikan sanitasi dan kebersihan area sehingga tempat tidak lembab dan basah.
– Perbaikan sirkulasi udara dan angin, sirkulasi angin harus lancar dan sejuk.
– Sinar matahari harus mampu masuk ke area sesuai dengan kebutuhan tanaman, tetapi tidak boleh terlalu gelap.
– Tanaman sebaiknya ditanam dengan pola yang seragam, tidak boleh dengan periode yang tidak sama. Tentu saja hal ini tidak mudah untuk penanaman tanaman hias, tetapi bisa ditanggulangi dengan rotasi letak tanaman, dan penyinaran tanaman di bawah sinar matahari secara berkala.

Kutu Kebul, Hama Penyakit Tanaman Hias Cara Pencegahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>